Wednesday, 20 June 2018

PENINGKATAN MUTU DAN KARAKTERISTIK MANAJEMEN SEKOLAH

Written by  Published in Kegiatan Mahasiswa1 Monday, 01 December 2014 00:17
Rate this item
(0 votes)

 

PENINGKATAN  MUTU DAN KARAKTERISTIK MANAJEMEN SEKOLAH

Oleh: I Nyoman Sueca

 

                                 Abstrak

Perubahan yang terjadi disemua aspek disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Segala permasalahan dapat dilakukan dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan miningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana dan terarah,

Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri.

Dalam konteks pendidikan pengertian mutu, dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dalam proses pendidikan yang bermutu terlibat berbagai input. Mutu dalam konteks hasil pendidikan mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu, apakah satu semester, satu tahun, dua tahun, lima tahun bahkan sepuluh tahun. Prestasi yang dicapai dapat berupa hasil tes kemampuan akademis.

Pengembangan konsep manajemen didesain untuk meningkatkan kemampuan sekolah dan masyarakat dalam mengelola perubahan pendidikan kaitannya dengan tujuan keseluruhan, kebijakan, strategi perencanaan, inisiatif kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan otoritas pendidikan.Pendidikan menuntut adanya perubahan sikap dan tingah laku seluruh komponen sekolah seperti; kepala sekolah, guru, dan tenaga atau staf administrasi termasuk orangtua siswa dan masyarakat dalam memandang, memahami, membantu sekaligus sebagai pemantau melaksanakan pengawasan dan evaluasi dalam mengelola sekolah.

Kata kunci: Peningkatan mutu dan manajemen sekolah

 

Pendahuluan

            Perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia, dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain manfaat bagi kehidupan manusia disatu sisi perubahan tersebut juga telah membawa kedalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan miningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif, dan efisein dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa kita akan kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut.

            Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama-sama telah terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaiki kurikulum dan sistem evaluasi, perbaiki serana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. Input pendidikan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam batas-batas tertentu, tetapi tidak menjadi jaminan dapat secara otomatis meningkatan mutu pendidikan.Mengingat sekolah sebagai unit pelaksanaan pendidikan formal terdepan dengan berbagai keragaman potensi anak didik yang memerlukan layanan pendidikan yang beragam, dengan kondisi lingkungan yang berbeda satu dengan lainnya, maka sekolah harus dinamis dan kreatif dalam melaksanakan peranannya untuk mengupayakan peningkatan kualitas atau mutu pendidikan.

 

Pembahasan

            Pengertian mutu secara umum mengandung makna derajat (tingkat) keunggulan suatu produk baik merupakan barang atau jasa. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu, dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dalam proses pendidikan yang bermutu terlibat berbagai input seperti; bahan ajar (kognitif, afektif, dan psikomotorik), metodelogi (bervariasi sesuai kemampuan guru), serana sekolah, dukungan administrasi, serana praserana, dan penciptaan suasana yang kondusif. Mutu dalam konteks hasil pendidikan mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu, apakah satu semester, satu tahun, dua tahun, lima tahun bahkan sepuluh tahun. Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (student achievement) dapat berupa hasil tes kemampuan akademis.

Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah

            Pada proses pembelajaran akan terdapat bervariasi kebutuhan siswa akan belajar, beragamnya kebutuhan guru dan staf lain dalam pengembangkan profesionalnya, berbedanya lingkungan sekolah satu dengan lainnya dan ditambah dengan harapan orang tua atau masyarakat akan pendidikan yang bermutu bagi anak dan tuntunan dunia usaha untuk memproleh tenaga bermutu, berdampak kepada keharusan bagi setiap individu terutama pimpinan kelompok harus mampu merespons dan mengapresiasikan kondisi tersebut di dalam proses pengambilan keputusan. Ini memberi keyakinan bahwa di dalam proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan mungkin dapat dipergunakan berbagai teori, perspektif dan kerangka acuan dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat terutama yang memiliki kepedulian kepada pendidikan. Karena sekolah berada pada bagian terdepan dari pada proses pendidikan. Sementara masyarakat dituntut partisipasinya agar lebih memahami pendidikan.Sedangkan pemerintah pusat berperan sebagai pendukung dalam hal menentukan kerangka dasar kebijakan pemerintah.

            Dalam sistem lama, birokrasi pusat sangat mendominasi proses pengambilan atau pembuatan keputusan pendidikan, yang bukan hanya kebijakan yang bersifat makro saja tetapi lebih jauh kepada hal-hal yang bersifat mikro, sementara sekolah cendrung hanya melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, lingkungan sekolah, dan harapan orang tua. Pengalaman menunjukkan bahwa sistem lama sering kali menimbulkan kontradiksi antara apa yang menjadi kebutuhan sekolah dengan kebijakan yang harus dilaksanakan di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Fenomena pemberian kemandirian kepada sekolah ini memperlihatkan suatu perubahan cara berpikir dari yang bersifat rasional, normatif dan pendekatan deskriptif di dalam pengambilan keputusan pendidikan kepada suatu kesadaran akan kompeleknya pengambilan keputusan di dalam sistem pendidikan dan organisasi yang mungkin tidak dapat di apresiasikan secara utuh oleh birokrasi pusat. Hal inilah yang kemudian mendorong munculnya pemikiran untuk beralih kepada konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah sebagai pendekatan baru di Indonesia yang merupakan bagian dari desentralisasi pendidikan yang tengah dikembangkan.Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah merupakan alternatif baru bagi dalam pengelolaan pendidikan yang lebih menekankan kepada kemandirian dan kreatifitas sekolah.

 

Beberapa Indikator yang Menunjukkan Karakter dari Konsep Manajemen

            Konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang diperkenalkan melalui teori efektif school oleh (Edmond,1979) telah menunjukkan beberapa indikator dalam karakter dari manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah antara lain sebagai berikut: lingkungan sekolah yang aman dan tertib, sekolah memiliki misi dan target mutu yang ingin dicapai, sekolah memiliki kepemimpinan yang kuat,  adanya harapan yang tinggi dari personal sekolah baik kepala sekolah, guru, dan staf lainya termasuk siswa untuk berprestasi, adanya pengembangan stap sekolah yang terus menerus sesuai dengan tuntutan IPTEK,  adanya pelaksanaan evaluasi yang terus menerus terhadap berbagai aspek akademik dan administratif, dan pemanfaatan hasilnya untuk penyempurnaan mutu pendidikan,  adanya komonikasi dan dukungan intensif dari orang tua  murid atau masyarakat.

            Pengembangan konsep manajemen didesain untuk meningkatkan kemampuan sekolah dan masyarakat dalam mengelola perubahan pendidikan kaitannya dengan tujuan keseluruhan, kebijakan, strategi perencanaan, inisiatif kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan otoritas pendidikan.Pendidikan menuntut adanya perubahan sikap dan tingah laku seluruh komponen sekolah seperti; kepala sekolah, guru, dan tenaga atau staf administrasi termasuk orangtua siswa dan masyarakat dalam memandang, memahami, membantu sekaligus sebagai pemantau melaksanakan pengawasan dan evaluasi dalam mengelola sekolah.Akhir dari semuanya itu ditujukan kepada keberhasilan sekolah untuk menyiapkan pendidikan yang berkualitas atau bermutu bagi masyarakat.

            Dalam pengimplementasian konsep manajemen, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengelola dirinya berkaitan dengan permasalahan administrasi, keuangan, dan fungsi setiap personal sekolah di dalam kerangka arah dan kebijakan yang telah dirumuskan oleh pemerintah.Bersama-sama dengan orang tua dan masyarakat, sekolah harus membuat keputusan, mengatur skala prioritas disamping harus menyediakan lingkungan kerja yang lebih professional bagi guru, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta keyakinan masyarakat tentang pendidikan. Kepala sekolah harus tampil sebagai kordinator dari sejumlah orang yang mewakili berbagai kelompok yang berbeda di dalam masyarakat sekolah dan secara profesional harus terlibat dalam setiap proses perubahan di sekolah melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaan kualitas dengan menciptakan kompetensi dan penghargaan di dalam sekolah itu sendiri maupun sekolah lain. Ada empat hal yang terkait dengan prinsip-prinsip pengelolaan kualitas  yaitu: perhatian harus ditekankan kepada proses dengan terus menerus mengumandangkan peningkatan mutu,  kualitas atau mutu harus ditentukan oleh pengguna jasa sekolah,  prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi bukan dengan pemaksaan aturan, sekolah harus menghasilkan siswa yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap arif bijaksana, kerakter, dan memiliki kematengan emosional. Sistem kompetisi tersebut akan mendorong sekolah untuk terus meningkatkan diri, sedangkan penghargaan akan dapat memberikan motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri setiap personal sekolah khususnya siswa. Jadi sekolah harus mengontrol semua sumber daya termasuk sumber daya  manusia yang ada.

            Adapun tujuan konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah meliputi; mensosialisasikan konsep dasar manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah khususnya masyarakat,  memproleh masukan agar konsep manajemen ini dapat diimplementasikan dengan mudah dan sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia yang memiliki keragaman kultural, sosio ekonomi masyarakat dan kompleksitas geografinya, menambah wawasan pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat sekolah yang peduli terhadap pendidikan khususnya peningkatan mutu pendidikan, memotivasi masyarakat sekolah untuk terlibat dan berpikir mengenai peningkatan mutu pendidikan pada sekolah masing-masing, menggalang kesadaran masyarakat sekolah untuk ikut serta secara aktif dan dinamis dalam mensukseskan peningkatan mutu pendidikan.

 

Simpulan

            Dalam manajemen peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah diharapkan dapat bekerja dalam koridor-koridor tertentu antara lain sebagai berikut:

            Sumber daya; sekolah harus mempunyai fleksibelitas dalam mengatur semua sumber daya sesuai dengan kebutuhan setempat. Selain pembiayaan oprasional atau administrasi, pengelolaan keuangan harus ditujukan  untuk;  memperkuat sekolah dalam menentukan dan mengalokasikan dana sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan untuk proses peningkatan mutu, pemisahan antara biaya yang bersifat akademis dari proses pengadaannya, dan  mengurangi kebutuhan birokrasi pusat

            Pertanggung jawaban (accountability): sekolah dituntut untuk memiliki akuntabilitas baik kepada masyarakat maupun pemerintah. Hal ini merupakan perpaduan antara komitment terhadap standar keberhasilan dan harapan orang tua dan masyarakat. Pertanggung jawaban ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa dana msyarakat dipergunakan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan juga mungkin untuk menyajikan informasi mengenai apa yang sudah dikerjakan. Untuk itu setiap sekolah harus meberikan laporan pertanggung jawaban dan mengkomonikasikan kepada orangtua siswa atau masyarakat dan pemerintah.

            Personil sekolah; sekolah bertanggung jawab dan terlibat dalam proses rekrutmen  (dalam arti penetuan jenis guru yang diperlukan) dan pembinaan struktural staf sekolah (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan staf lainnya). Sementara itu pembinaan professional dalam rangka pembangunan kapasitas atau kemampuan kepala sekolah dan pembinaan ketrampilan guru dalam pengimplementasian kurikulum termasuk staf kependidikan lainnya.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Ade Irawan dkk, 2004.Mendagangkan Sekolah Indonesia, Jakarta: Corruption Watch.

Dikmenum.1990. Penigkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah, Suatu Konsepsi Otonomi Sekolah. Jakarta: Depdikbud.

…., 1989.Upaya Perintisan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdikbud

M.Sc Sutisno Oteng. 2002. Administrasi Pendidikan (Guru dan Administrasi Sekolah). Bandung: Diklat Perkuliahan FKIP-UNPAD Bandung

Purwanto Ngalim, 1987. Administrasi dan supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Peraturan Mendikbud No 07 Tahun 2007 Tentang Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan

Peraturan Pemerintah No19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

Segala, Syaiful.2007. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sofan Amari.2013. Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya

Suryosubroto, B. 2004.Manajemen Pendidikan Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Tilaar,H.A.R.2003. Manajemen Pendidikan Nasional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

 

 

Read 2367 times