Tuesday, 19 March 2019

Tim pengabdian masyarakat Jurusam Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar pengabdian masyarakat di Banjar Tegeh Kerandangan, Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan itu mengusung tema peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui ajaran Tri Hita Karana. Pengabdian masyarakat itu dilaksanakan sejak Minggu (17/3) sampai dengan Kamis (21/3).

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu, I Gusti Ayu Aditi, SH., MH.,  dalam laporannya mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh STAHN Gde Pudja Mataram. Panitia sebanyak 15 orang terdiri dari 13 orang dosen dan dua orang mahasiswa.

Ia menjelaskan, di hari pertama diberikan penyuluhan dan konsep ajaran Tri Hita Karana. Di hari kedua akan ada permainan berupa edukasi hukum. Sedangkan di hari ketiga tim pengabdian akan melaksanakan dharma wacana dan dilanjutkan dengan penyuluhan hukum yang berkaitan dengan masalah waris. “Di hari ke empat kami melaksanakan kegiatan tentang pencegahan narkoba dan ke lima gotong royon dan penutupan,” ujar I Gusti Ayu Aditi.

Sementara itu, Perwakilan Banjar Tegeh Kerandangan, yang diwakili Ketua Parisada Kecamatan Senggigi, Jero Mangku Wayan Ketet Sempade menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim pengabdian dari STAHN Gde Pudja Mataram. Kami merasa bangga sekali bapak dan ibu yang mau meluangkan waktu dan memprioritaskan masyarakat kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat agar mengikuti dengan serius kegiatan pengabdian itu. Karena ilmu yang didapat sangat berharga terutama berkaitan dengan hukum agama Hindu.

Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah menerima tim pengabdian masyarakat STAHN Gde Pudja. Ia menyampaikan bahwa STAHN Gde Pudja merupakan perguruan tinggi agama Hindu. Namun membuka prodi lainnya seperti Prodi Hukum, Prodi Ekonomi Hindu, Prodi Pendidikan Seni, dan Prodi PG PAUD. Selain juga ada Prodi Filasafat dan Prodi Penerangan.

Menurutnya, jika menguliahkan anak-anak di Prodi umum di STAHN Gde Pudja memiliki keuntungan karena selain mendapatkan ilmu seperti di kampus lainnya, juga mendapatkan ilmu agama. Gelar yang diperoleh juga sama dengan perguruan tinggi lainnya.

Ada juga masyarakat yang mungkin sudah sarjana mau melanjutkan magister, STAHN Gde Pudja mempunyai Prodi Pendidikan dan Prodi Komunikasi,” katanya.

Selain itu, jika masyarakat kurang mampu, STAHN Gde Pudja memberikan peluang untuk memperoleh beasiswa. STAHN Gde Pudja ini milik masyarakat Hindu, mari kita besarkan bersama

Prof. Dr. IBG Triguna, MS

Written by Thursday, 14 March 2019 11:32

Hari Kedua Rapat Kerja Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram menghadirkan Narasumber Guru Besar Unhi Bapak Prof. Dr. IBG Triguna, MS. Materi yang disampaikan oleh Beliau tentang Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi.

Inti dari materi yang disampaikan menekankan pada Konsep Pengembangan Perguruan Tinggi dimana pada zaman Revolusi Industri 4.0, semua Dosen diperguruan tinggi harus mengikuti Teknologi yang berkembang saat ini. Teknologi Informasi merupakan istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Maka dari ini Perguruan Tinggi harus menggunakan Media Sosial untuk menyebarkan informasi kepada public agar informasi yang diperoleh oleh masyarakat dapat tersampaikan. Begitu juga dengan Dosen, Dosen dituntut untuk mengetahui Teknologi Informasi baik dari segi proses belajar mengajar ataupun untuk kepentingan individu seperti mengaupload jurnal akreditasi, Nasional, dan Internasional.

Maka dengan perkembangan Teknologi, Perguruan Tinggi Bisa Memanfaatkan Media Sosial, Website atau sejenisnya untuk mengembangkan Perguruan Tinggi Masing-masing.

 

Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan di Hotel Aruna Senggigi dengan Tema  FROM THE IDEAS TO ACTION” Dalam Upaya Moderasi Beragama, Bersamaan dan Kerukunan.

Dalam Rapat Kerja Tahun 2019 ini mengundang Rektor UIN Mataram Bapak Prof. Dr. H. Mutawali untuk mengisi materi dengan judul Membangun Kultur Akademik di Perguruan Tinggi. Penyampaian materi yang disampaikan oleh Bapak Rektor menekankan bagaimana cara membangun kulture akademik. Sebelumnya kita harus mengetahui dahulu kulture itu apa?Perguruan Tinggi apa?Tujuannya apa?

kultur akademik merupakan budaya yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir kritis, analitis, dan objektif. Perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Tujuan pendidikan tinggi adalah :1. Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. 2. Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Maka untuk membangun culture akademik diperguruan tinggi antara lain : 1) mengevaluasi situasi organisasi dan menentukan tujuan yang strategis; 2) menganalisis budaya ; 3) menganalisis kesenjangan antara apa yang ada dan apa yang diinginkan; 4) mengembangkan rencana pengembangan budaya; 5) melaksanakan rencana; 6) mengevaluasi perubahan.

 

 

Mataram-- Rapat Kerja Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram  Tahun 2019 dibuka oleh Ketua STAHN Gde Pudja Mataram Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd. Rapat Kerja tahun ini mengusung tema “FROM THE IDEAS TO ACTION” Dalam Upaya Moderasi Beragama, Kersamaan dan Kerukunan Tanggal 13-15 Maret 2019. Raker ini  dihadiri 80 Peserta yang terdiri dari Pejabat STAHN Gde Pudja Mataram, Dosen, Pegawai, Tenaga Kontrak, dan Mahasiswa.

 

Bapak Ketua STAHN Gde Pudja Mataram menyampaikan bahwa Raker merupakan kegiatan ceremony tiap tahun dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan pada masyarakat dengan tujuan mengevaluasi program kerja selama satu tahun dan membuat terobosan-terobosan atau rumusan atau gagasan menjadi program kerja tahun 2020 serta menekankan pada seluruh civitas akademika STAHN Gde Pudja Mataram untuk melaksanakan program yang disampaikan oleh Bapak Menteri dan Bapak Dirjen mengenai istilah “Mantra” terdiri dari Moderasi, Toleransi dan Integrasi Data. Dengan istilah tersebut di Tahun 2019 menjadi tahun moderasi beragama di lingkungan Kementerian Agama dimana Moderasi, Toleransi beragama harus menjadi roh dalam institusi Kementerian Agama. 

 

 

Rapat Kerja STAHN Gde Pudja Mataram Tahun 2019 bertema “FROM THE IDEAS TO ACTION” Dalam Upaya Moderasi Beragama, Bersamaan dan Kerukunan. Ketua Panitia Raker Ida Ayu Wuri Handayani, S.Ag., M.I.Kom melaporkan bahwa peserta Raker tahun ini berjumlah 80 peserta, dimana kegiatan dibiayai oleh DIPA STAHN Gde Pudja Mataram berdasarkan SK Ketua STAHN Gde Pudja Mataram Nomor 35 Tahun 2019.

Adapun Maksud dan Tujuan dilaksanakan Raker ini antara lain memahami kebijakan, diperolehnya tata kelola secara konsisten dan memperoleh ide,gagasan serta masukan program kerja untuk meningkatkan mutu dari perguruan tinggi. Sasaran dari Rapat Kerja ini yaitu seluruh Dosen, Pegawai, Tenaga Kontrak dan Mahasiswa. Pelaksanaan Raker Tahun ini dilaksanakan tanggal 13 – 15 Maret 2019 di Hotel Aruna Senggigi terdiri dari beberapa Narasumber antara lain 1. Dirjen Bimas Hindu Kementerian Republik Indonesia Bapak Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA.,M.Phil., Ph.D 2.Bapak Rektor UIN Mataram Bapak Prof. Dr. H. Mutawali 3.  Guru Besar Unhi Denpasar Bapak Prof. Dr. IBG Yudha Triguna 4. Kepala Biro Organisasi dan tata laksana Bapak Drs. H. Afrizal Zen, M.Si.

Mataram--Raker merupakan kegiatan rutin tiap tahun dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan pada masyarakat. Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram menggelar Rapat Kerja Tahunan dengan Tema “From The Ideas To Action” Dalam Upaya Moderasi Beragama, Bersamaan dan Kerukunan yang pelaksanaannya pada 13-15 Maret 2019 diHotel Aruna Senggigi. Rapat Kerja ini dihadiri oleh 90 Peserta terdiri dari Dosen, Pegawai, Tenaga Kontrak, Mahasiswa serta Pejabat dilingkungan STAHN Gde Pudja Mataram.

Narasumber Pertama dalam Raker ini adalah Bapak Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Bapak Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA., M.Phil., Ph.D menyampaikan 3 hal penting yang disebut dengan istilah “Mantra” yang merupakan istilah yang digunakan oleh Bapak Menteri agar disosialisasikan keseluruh Kementerian Agama.

Istilah mantra tersebut Terdiri dari :1.  Moderasi artinya tidak berlebihan dan tidak kekurangan, kata itu juga mengandung makna penguasaan diri dari sikap diri sangat berlebihan dan kekurangan Dalam konteks kehidupan masyarakat plural dan multikultural seperti Indonesia moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan dan paripurna dimana setiap warga masyarakat apapun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan diantara mereka 2.  Toleransi adalah kemauan dan kemampuan untuk bersedia menghargai dan menghormati perbedaan yang ada pada pihak lain. Kesedian seperti itu sama sekali tidak berarti mengganggu, mengurangi apalagi menghilangkan keyakinan prinsip yang ada pada diri kita. Justru agama mengajarkan agar setiap kita bersedia menghormati dan menghargai perbedaan keimanan atau keyakinan yang ada pada pihak lain 3. Integrasi Data adalah pemamfaatan teknologi informasi dalam mengelola data-data yang akurat dan cepat yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan dan kebijakan demi memenuhi kebutuhan umat.

Dengan Istilah “Mantra” diterapkan oleh Bapak Menteri Agama Republik Indonesia, maka kita memiliki ajaran tenggang rasa suatu ajaran leluhur yang mengajarkan untuk mampu ikut merasakan apa yang dirasakan pihak lain. Suatu nilai kearifan lokal yang bersumber dari ajaran agama.

Hubungi Kami

Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Jln.Pancaka No. 7B Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Telp. (0370) 628382  Fax. (0370) 631725

email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

www.stahn-gdepudja.ac.id