Tuesday, 21 May 2019

M A T A R A M ---Pusat Studi Gender Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar seminar dengan tema peran perempuan dalam membangun peradaban bangsa. Seminar itu digelar di kampus STAHN Gde Pudja Mataram, Selasa (30/4).

Seminar itu menghadirkan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB, Drs. H. Imhal, M.Pd.

Ketu Panitia Seminar, Made Sumari, S.Ag., M.Ag., dalam laporannya mengatakan   seminar ini mengusung tema peran perempuan dalam membangun peradaban bangsa. Panitia dalam seminar ini sebanyak sembilan orang. Kepala DP3AP2KB NTB, H. Imhal membawakan materi berjudul peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga.

Sementara itu, Wakil Ketua I STAHN Gde Pudja Mataram, Dewi Rahayu Aryaningsih, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya mengatakan bahwa perempuan atau wanita harus berperan dalam peradaban bangsa. “Kalau  dalam Hindu, wanita tidak dihormati, upacara suci tidak berguna. Paling tidak sesungguhnya di Agama Hindu, wanita luar biasa, ketika lahir sebagai perempuan, sudah dari lahir dididik jadi seorang guru,” ujarnya

Dewi Rahayu menekankan, bahwa wanita harus berpengetahuan. Dalam Hindu, menekankan wanita harus menempuh pendidikan. “Tema (seminar) ini sangat bagus untuk kita elukan bahwa wanita memiliki peranan penting dalam membangun peradaban bangsa,” jelasnya.

Kepala DP3AP2KB NTB, H. Imhal pada awal pemaparannya menyampaikan tentang visi dan misi NTB. Ia juga mengatakan, penduduk perempuan di NTB sebanyak 51 persen. Salah satu program prioritas di NTB adalah akselerasi peran perempuan dalam pembangunan, baik kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Ia juga menyampaikan data Indeks Pembangunan Gender (IPG) di NTB. “Perlu kita terus berupaya agar peran perempuan ditingkatkan,” katanya.

Berbagai hal yang dilakukan antara lain dalam bidang pendidikan, anak-anak harus masuk PAUD.  Beberapa program lainnya untuk meningkatkan kualitas perempuan yaitu pihaknnya melakukan advokasi ke seluruh dinas dan badan. “Agar semua kegiatan harus responsif gender,” ujar Imhal.

Program lainnya yang dialakukan yaitu program peningkatan dan peran serta kesetaraan gender dalam pembangunan. Pembangunan ketahanan keluarga. Imhal juga menyampaikan pihaknya berupaya agar terjadi percepatan kabupaten/kota layak anak.

“Juga dilaukan program perlindungan perempuan dari kekerasan dan pendewasaan usia perkawinan. Terkait ketahanan keluarga bagaimana supaya keluarga kita tangguh, kuat dari segi kuat pendidikan, kesehatan, ekonomi, sisi psikologis,

STAHN Gde Pudja Mataram Gelar Workshop Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar workshop penelitian dan pengabdian masyarakat, bertempat di Hotel Santika, Mataram, pada Sabtu (13/4) dan Minggu (14/4) lalu. Dari workshop itu akan dihasilkan pedoman tentang penelitian dan pengabdian masyarakat. Workshop itu mengusung tema peningkatan  kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat.

Ketua Panitia Workshop, Drs. I Ketut Sumada, M.Ag., dalam laporannya mengatakan, maksud dari kegiatan itu yaitu agar dapat memberdayakan para dosen untuk menggali ilmu yang lebih di masyarakat dan mampu mengimplementasikan ilmunya dan menemukan fenomena-fenomena di lapangan. “ Kemudian diteliti sehingga menuju kepada profesionalisme,”

Selain itu, workshop itu juga dimaksudkan agar dosen di lembaga yang sama dapat menciptakan komunikasi yang lebih efektif, terutama langsung kepada pemecahan praktis suatu kegiatan di lingkungan. “Juga untuk memperoleh pedoman yang dapat memudahkan para dosen dalam membuat racangan dan laporan hasil penelitian beserta pengabdian pada masyarakat,” jelas I Ketut Sumada.

Sementara itu, tujuan kegiatan itu untuk meningkatkan gairah akademis dosen, khususnya dalam dunia penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Juga untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta workshop dalam merancang proposal penelitian yang kompetitif dan profesional. “Selain itu memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai karakteristik, ragam, dan jenis penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” ujar I Ketut Sumada.

Peserta workshop terdiri dari seluruh dosen STAHN Gde Pudja Mataram yang aktif berjumlah 49 orang, pejabat struktural sebanyak delapan orang, dan mahasiswa sebanyak tujuh orang.

Dalam workshop itu menghadirkan narasumber yaitu Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati dari UNHI Denpasar yang menyampaikan materi tentang arah dan strategi peningkatan kualitas penelitian dosen. Selain itu, hadir juga Prof. Dr. I Gede Astra Wisnawa, M.Si., dari Undiksha Singaraja, yang membawakan materi tentang peningkatan kualitas penelitian di perguruan tinggi melalui peningkatan kapasitas peneliti.

Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos.,M.Si.,M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan arahan Kemenristekdikti bahwa menekankan peningkatan mutu pendidikan melalui penelitian. Dari penelitian itu dituntut luaran dari hasil penelitian. “Luaran yang diamanatkan paling tidak jurnal terakreditas nasional dan jurnal internasional bereputasi,” ujarnya.

Selain itu, I Nyoman Wijana meminta agar model pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh STAHN Gde Pudja Mataram bisa diperbarui. Ke depan dalam proses tri dharma yang dinilai proses dan luaran,”.

Di akhir workshop dilakukan diskusi kelompok untuk membahas draft pedoman penelitian dan pedoman pengabdian. Dilanjutkan dengan presentasi masing-masing kelompok.

 

Tim pengabdian masyarakat Jurusam Dharma Sastra, Prodi Hukum Agama Hindu, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar pengabdian masyarakat di Banjar Tegeh Kerandangan, Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan itu mengusung tema peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui ajaran Tri Hita Karana. Pengabdian masyarakat itu dilaksanakan sejak Minggu (17/3) sampai dengan Kamis (21/3).

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu, I Gusti Ayu Aditi, SH., MH.,  dalam laporannya mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh STAHN Gde Pudja Mataram. Panitia sebanyak 15 orang terdiri dari 13 orang dosen dan dua orang mahasiswa.

Ia menjelaskan, di hari pertama diberikan penyuluhan dan konsep ajaran Tri Hita Karana. Di hari kedua akan ada permainan berupa edukasi hukum. Sedangkan di hari ketiga tim pengabdian akan melaksanakan dharma wacana dan dilanjutkan dengan penyuluhan hukum yang berkaitan dengan masalah waris. “Di hari ke empat kami melaksanakan kegiatan tentang pencegahan narkoba dan ke lima gotong royon dan penutupan,” ujar I Gusti Ayu Aditi.

Sementara itu, Perwakilan Banjar Tegeh Kerandangan, yang diwakili Ketua Parisada Kecamatan Senggigi, Jero Mangku Wayan Ketet Sempade menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim pengabdian dari STAHN Gde Pudja Mataram. Kami merasa bangga sekali bapak dan ibu yang mau meluangkan waktu dan memprioritaskan masyarakat kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat agar mengikuti dengan serius kegiatan pengabdian itu. Karena ilmu yang didapat sangat berharga terutama berkaitan dengan hukum agama Hindu.

Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah menerima tim pengabdian masyarakat STAHN Gde Pudja. Ia menyampaikan bahwa STAHN Gde Pudja merupakan perguruan tinggi agama Hindu. Namun membuka prodi lainnya seperti Prodi Hukum, Prodi Ekonomi Hindu, Prodi Pendidikan Seni, dan Prodi PG PAUD. Selain juga ada Prodi Filasafat dan Prodi Penerangan.

Menurutnya, jika menguliahkan anak-anak di Prodi umum di STAHN Gde Pudja memiliki keuntungan karena selain mendapatkan ilmu seperti di kampus lainnya, juga mendapatkan ilmu agama. Gelar yang diperoleh juga sama dengan perguruan tinggi lainnya.

Ada juga masyarakat yang mungkin sudah sarjana mau melanjutkan magister, STAHN Gde Pudja mempunyai Prodi Pendidikan dan Prodi Komunikasi,” katanya.

Selain itu, jika masyarakat kurang mampu, STAHN Gde Pudja memberikan peluang untuk memperoleh beasiswa. STAHN Gde Pudja ini milik masyarakat Hindu, mari kita besarkan bersama

Prof. Dr. IBG Triguna, MS

Written by Thursday, 14 March 2019 11:32

Hari Kedua Rapat Kerja Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram menghadirkan Narasumber Guru Besar Unhi Bapak Prof. Dr. IBG Triguna, MS. Materi yang disampaikan oleh Beliau tentang Strategi Pengembangan Perguruan Tinggi.

Inti dari materi yang disampaikan menekankan pada Konsep Pengembangan Perguruan Tinggi dimana pada zaman Revolusi Industri 4.0, semua Dosen diperguruan tinggi harus mengikuti Teknologi yang berkembang saat ini. Teknologi Informasi merupakan istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Maka dari ini Perguruan Tinggi harus menggunakan Media Sosial untuk menyebarkan informasi kepada public agar informasi yang diperoleh oleh masyarakat dapat tersampaikan. Begitu juga dengan Dosen, Dosen dituntut untuk mengetahui Teknologi Informasi baik dari segi proses belajar mengajar ataupun untuk kepentingan individu seperti mengaupload jurnal akreditasi, Nasional, dan Internasional.

Maka dengan perkembangan Teknologi, Perguruan Tinggi Bisa Memanfaatkan Media Sosial, Website atau sejenisnya untuk mengembangkan Perguruan Tinggi Masing-masing.

 

Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan di Hotel Aruna Senggigi dengan Tema  FROM THE IDEAS TO ACTION” Dalam Upaya Moderasi Beragama, Bersamaan dan Kerukunan.

Dalam Rapat Kerja Tahun 2019 ini mengundang Rektor UIN Mataram Bapak Prof. Dr. H. Mutawali untuk mengisi materi dengan judul Membangun Kultur Akademik di Perguruan Tinggi. Penyampaian materi yang disampaikan oleh Bapak Rektor menekankan bagaimana cara membangun kulture akademik. Sebelumnya kita harus mengetahui dahulu kulture itu apa?Perguruan Tinggi apa?Tujuannya apa?

kultur akademik merupakan budaya yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir kritis, analitis, dan objektif. Perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Tujuan pendidikan tinggi adalah :1. Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. 2. Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Maka untuk membangun culture akademik diperguruan tinggi antara lain : 1) mengevaluasi situasi organisasi dan menentukan tujuan yang strategis; 2) menganalisis budaya ; 3) menganalisis kesenjangan antara apa yang ada dan apa yang diinginkan; 4) mengembangkan rencana pengembangan budaya; 5) melaksanakan rencana; 6) mengevaluasi perubahan.

 

 

Mataram-- Rapat Kerja Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram  Tahun 2019 dibuka oleh Ketua STAHN Gde Pudja Mataram Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd. Rapat Kerja tahun ini mengusung tema “FROM THE IDEAS TO ACTION” Dalam Upaya Moderasi Beragama, Kersamaan dan Kerukunan Tanggal 13-15 Maret 2019. Raker ini  dihadiri 80 Peserta yang terdiri dari Pejabat STAHN Gde Pudja Mataram, Dosen, Pegawai, Tenaga Kontrak, dan Mahasiswa.

 

Bapak Ketua STAHN Gde Pudja Mataram menyampaikan bahwa Raker merupakan kegiatan ceremony tiap tahun dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan pada masyarakat dengan tujuan mengevaluasi program kerja selama satu tahun dan membuat terobosan-terobosan atau rumusan atau gagasan menjadi program kerja tahun 2020 serta menekankan pada seluruh civitas akademika STAHN Gde Pudja Mataram untuk melaksanakan program yang disampaikan oleh Bapak Menteri dan Bapak Dirjen mengenai istilah “Mantra” terdiri dari Moderasi, Toleransi dan Integrasi Data. Dengan istilah tersebut di Tahun 2019 menjadi tahun moderasi beragama di lingkungan Kementerian Agama dimana Moderasi, Toleransi beragama harus menjadi roh dalam institusi Kementerian Agama. 

 

Hubungi Kami

Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Jln.Pancaka No. 7B Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Telp. (0370) 628382  Fax. (0370) 631725

email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

www.stahn-gdepudja.ac.id